Dugaan Mahar Untuk Jadi Manajer Timnas, 2 Orang Ini Bakal Dipanggil PSSI

Ilustrasi PSSI/Repro

Isu mahar bernilai 100 dolar Singapura (sekitar Rp 1 miliar) untuk bisa menjadi manajer Timnas Indonesia U-19 masih bergulir panas di masyarakat.

Untuk itu, Badan Yudisial PSSI berencana memanggil dua sosok yang berada di pusaran dugaan mahar ini. Yaitu Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris, dan Djoko Purwoko. Nama terakhir ini disebut punya hubungan dekat dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Transaksi di antara kedua orang tersebut diduga sebagai jalan untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer tim nasional Indonesia U-19.

"Kedua orang tersebut akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan, PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan," kata Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, dikutip laman resmi PSSI, Senin (21/12).

Yunus meminta semua pihak nantinya bisa menghormati keputusan Badan Yudisial terkait kasus ini.

"Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) tetap harus dikedepankan. Anda tidak bisa menuduh seseorang dengan asumsi liar di media sosial. Itu sebabnya Badan Yudisial akan memanggil keduanya guna dimintai keterangan," ucap Yunus.

Baik Achmad Haris dan Djoko Purwoko pun telah membantah isu adanya mahar 100 ribu dolar Singapura untuk menjadi manajer timnas. Isu ini dipicu oleh beredarnya foto kuitansi senilai 100 ribu dolar Singapura antara Achmad Haris dengan Djoko Purwoko di media sosial.

"Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?" ujar Haris.

"Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," tambahnya.

Djoko Purwoko juga membantah isu jual-beli jabatan manajer. Dia merasa ada pihak yang tak senang dengan PSSI pimpinan Mochamad Iriawan dan Dodi selaku mantan petinggi Sriwijaya FC.

"Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya (narasi jual-beli jabatan manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket," tegas Djoko.

"Sangat bohong (jual beli-jabatan). Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka pak Dodi dan pak Ketum PSSI. Saya juga pernah ada di Ketua Umum PSSI era Pak Edy Rahmayadi, ya, kurang lebih begitu saja, polanya sama," tandas Djoko Purwoko.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Pesan May Day Airlangga Hartarto

Sabtu, 01 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Politik Labelisasi & Kepuasan Publik

Selasa, 04 Mei 2021
Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021

Artikel Lainnya

Bantu Klub Susun Rencana, PT LIB Berharap Izin Kepolisian Turun Bulan Ini
Sepak Bola

Bantu Klub Susun Rencana, PT..

05 Mei 2021 19:02
Mourinho Resmi Direkrut AS Roma, Tottenham Hemat Ratusan Miliar
Sepak Bola

Mourinho Resmi Direkrut AS R..

05 Mei 2021 16:04
2 Torehan Besar Man City Usai Singkirkan PSG Menuju Final Liga Champions
Sepak Bola

2 Torehan Besar Man City Usa..

05 Mei 2021 08:59
Jadwalkan Liga 1 2021 Dimulai 3 Juli, Ketum PSSI Minta Doa Masyarakat
Sepak Bola

Jadwalkan Liga 1 2021 Dimula..

04 Mei 2021 10:04
West Ham Menang Tipis, Persaingan Merebut Peringkat Ke-4 Makin Panas
Sepak Bola

West Ham Menang Tipis, Persa..

04 Mei 2021 09:10
Ribuan Fans Inter Rayakan Scudetto Tanpa Indahkan Prokes, Warga Kota Milan Protes
Sepak Bola

Ribuan Fans Inter Rayakan Sc..

03 Mei 2021 17:22
Rizky Billar Ingin Miliki Saham PSMS, Kodrat Shah: Kita Ketemu Dulu, Cocok Apa Enggak
Sepak Bola

Rizky Billar Ingin Miliki Sa..

03 Mei 2021 10:59
Raih Scudetto Ke-19, Direktur Inter Berharap Musim Depan Kembali Juara
Sepak Bola

Raih Scudetto Ke-19, Direktu..

03 Mei 2021 09:24