Farah.ID
Farah.ID

Bantu Klub Susun Rencana, PT LIB Berharap Izin Kepolisian Turun Bulan Ini

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 05 Mei 2021, 19:02 WIB
Bantu Klub Susun Rencana, PT LIB Berharap Izin Kepolisian Turun Bulan Ini
PT LIB berharap kepolisian bisa mengeluarkan izin untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada bulan ini/Net
Izin dari pihak kepolisian menjadi kunci bagi terselenggaranya kembali kompetisi sepak bola di tanah air. Makin mepet izin yang diberikan, persiapan tim pun otomatis jadi tidak maksimal.

Karena itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi berharap izin kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 bisa dikeluarkan Polri pada bulan Mei ini.

Sebab, izin kepolisian akan memberi angin segar kepada seluruh klub untuk mempersiapkan diri. Klub juga bisa merancang perencanaan keuangan untuk mengarungi kompetisi.

Sejauh ini PT LIB sudah melakukan pendekatan ke Polri untuk mengurus perizinan usai gelaran Piala Menpora 2021. Salah satunya dengan mengunjungi Asops Kapolri, Irjen Imam Sugianto, pada Jumat lalu (30/4).

"Kami juga sudah sampaikan ke Mabes Polri dan meminta agar izin keluar awal Mei karena faktor persiapan klub bisa lebih matang, kontrak pemain, sponsor, juga tidak terburu-buru," ucap Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, kepada wartawan, Rabu (5/5).

"Setelah itu polisi bilang bahwa mereka akan mematangkan dulu di internal kepolisian dan kami akan dipanggil lagi. Jadi posisi kami menunggu," tambahnya.

Masalah suporter juga jadi bahasan antara PT LIB dengan Polri. Sebab, ada wacana kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bisa kembali dihadiri penonton meski dengan jumlah terbatas.

Namun, wacana ini masih harus digodok matang, seiring masih tingginya tingkat penyebaran virus corona di tanah air. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengkaji kondisi suporter terkini dianggap terlalu mepet.

"Untuk waktu sependek ini, kami (hanya bisa) buat kajian sederhana atau kajian awal. Saya perkirakan butuh lima bulan untuk membuat kajian lengkap pertandingan dengan protokol kesehatan dan ada penonton terbatas," tutup Lukita.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA