Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

PIALA DUNIA 2022

Sesumbar Bisa Juara Piala Dunia 2022 bila Kalahkan Prancis, Polandia: Kami Belum Siap Pulang

LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 04 Desember 2022, 05:45 WIB
Sesumbar Bisa Juara Piala Dunia 2022 bila Kalahkan Prancis, Polandia: Kami Belum Siap Pulang
Robert Lewandowski diharapkan mampu bawa Polandia lolos ke final Piala Dunia 2022/Net
Polandia bukan tim yang mampu tampil konsisten sepanjang Piala Dunia 2022. Namun mereka optimistis mampu hingga ke partai puncak. Terutama ketika mampu menyingkirkan Prancis di babak 16 besar yang akan berlangsung Minggu malam nanti (4/12).

Bahkan Polandia yakin bisa juara jika mampu mengirim pulang Prancis saat kedua tim bertemui nanti.

Hal ini disampaikan pelatih Polandia, Czeslaw Michniewicz, yang yakin timnya mampu mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar apabila mereka sukses mengalahkan juara bertahan Prancis.

Polandia mencapai fase knock out di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 setelah diuntungkan oleh selisih gol pada klasemen Grup C kendati mengalami kekalahan 0-2 dari Argentina pada pertandingan terakhir mereka.

"Kami belum siap pulang," kata Michniewicz, yang menukangi Polandia pada Januari menyusul perginya Paulo Sousa.

"Apabila kami menang melawan Prancis kami bisa menjadi juara dunia berikutnya," tegasnya.

Menurut Michniewicz, skuat asuhannya biasa sangat senang bertanding dengan para juara dunia. Terleih Prancis belum dijamin lolos.

Michniewicz mengatakan ia belum mampu mengidentifikasi kelemahan dari tim Prancis.

"Kami yakin kami akan menyajikan pertandingan yang bagus tapi kami tahu ada tantangan besar di depan kami," kata dia. "Kami ingin menunjukkan kepada dunia kami bisa bermain sepak bola,"

Polandia sendiri siap untuk meredam serangan Prancis yang dipimpin oleh Kylian Mbappe, yang tidak masuk ke starting XI saat mereka kalah 0-1 dari Tunisia.

"Bagaimana bertahan melawan dia (Mbappe)? Saya rasa kami perlu memakai skuter karena dia sangat cepat," kata penyerang Polandia Arkadiusz Milik, yang pernah berhadapan dengan striker PSG itu ketika membela Marseille.

"Sulit bermain melawan salah satu pemain terbaik di dunia. Kami harus bermain kolektif sebagai grup. Berhadapan satu lawan satu, tidak ada yang bisa menghentikan dia," tutupnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA